Pemerintah Kabupaten Lamongan City Branding Lamongan Megilanlamongankab.go.id
DINAS SUMBER DAYA AIR DAN BINA KONSTRUKSI
Agenda

UPTD PSDA Babat Laksanakan Laporan 10 Harian Kondisi Waduk dan Rawa Periode III Juni 2026

Selasa, 30 Juni 2026 21 dilihat
UPTD PSDA Babat Laksanakan Laporan 10 Harian Kondisi Waduk dan Rawa Periode III Juni 2026

Babat, 30 Juni 2026 — UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat melaksanakan kegiatan monitoring kondisi waduk, rawa, dan bangunan pengatur air di wilayah kerja pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Laporan 10 Harian Periode III Bulan Juni 2026, yang dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini tampungan sumber daya air sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan pelayanan irigasi.

Monitoring kondisi waduk dan rawa menjadi semakin penting dalam menghadapi musim kemarau. Data elevasi, volume, dan persentase tampungan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan dan distribusi air sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Hasil Monitoring Kondisi Waduk

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi tampungan waduk di wilayah kerja UPTD PSDA Babat tercatat sebagai berikut:

No.WadukElevasi/TMAVolumePersentase
1Waduk PrijetanTMA 46,56 mdpl5.051.500 m³54%
2Waduk Kalen20,63316.504 m³53%
3Waduk Sentir30,51431.026 m³34,5%
4Waduk Bowo30,90830.323 m³48%
5Waduk Kuripan5,0723.623 m³28%

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tampungan masing-masing waduk memiliki tingkat ketersediaan yang berbeda. Perbedaan kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan dan pelayanan air irigasi di wilayah kerja.

Kondisi Rawa

Selain waduk, monitoring juga dilakukan terhadap beberapa rawa yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air.

No.RawaElevasi PeilschaalVolumePersentase
1Rawa Bulu2,69672.000 m³26%
2Rawa Kwanon2,401.220.000 m³80%
3Rawa Manyar3,601.392.000 m³49%
4Rawa Sogo5,08106.400 m³18,4%

Kondisi tampungan rawa juga menunjukkan variasi. Rawa Kwanon tercatat memiliki persentase tampungan sebesar 80%, sedangkan Rawa Sogo berada pada angka 18,4%. Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tata air dan pelayanan di masing-masing wilayah.

Sluis Keyongan Terpantau Baik

Selain memantau kondisi tampungan, UPTD PSDA Babat juga melakukan monitoring terhadap Sluis Keyongan sebagai salah satu bangunan pengatur air.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa bangunan pengatur air tersebut berada dalam kondisi baik dan siap mendukung pengaturan distribusi air sesuai dengan kebutuhan pelayanan irigasi.

Pemantauan terhadap bangunan pengatur menjadi bagian penting karena kondisi dan fungsi bangunan sangat berkaitan dengan kelancaran pengaturan serta distribusi air pada jaringan layanan.

Monitoring sebagai Dasar Pengelolaan Air

Data kondisi waduk, rawa, dan bangunan pengatur air yang diperoleh dari kegiatan monitoring menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air. Terlebih dalam menghadapi musim kemarau, pengaturan air perlu dilakukan secara lebih cermat agar ketersediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif.

UPTD PSDA Babat terus melakukan pemantauan kondisi sumber daya air secara berkala serta berkoordinasi dengan petugas pengairan dan masyarakat pengguna air dalam menjaga kelancaran pelayanan irigasi.

Melalui monitoring yang rutin, kondisi ketersediaan air dapat diketahui secara lebih aktual sehingga langkah pengelolaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UPTD PSDA Babat dalam menjaga ketersediaan air, mengoptimalkan pelayanan irigasi, serta mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.

Air terpantau, pengelolaan tepat, irigasi tetap terjaga.

UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan


Bagikan:
Baca Juga

Artikel Terkait