UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro Kabupaten Lamongan melaksanakan operasi monitoring kondisi air baku di sejumlah waduk dan rawa di wilayah kerjanya pada Rabu, 10 Juni 2026. Peninjauan teknis ini diselenggarakan dalam rangka pemantauan berkala Periode Dasarian ke-1 Bulan Juni. Langkah pemantauan tersebut ditujukan untuk memastikan keakuratan data ketersediaan pasokan air baku bagi masyarakat setempat.
Pelaksanaan pendataan kondisi air baku ini melibatkan pengerjaan teknis langsung oleh Juru Sumber Daya Air Kuro. Petugas melakukan pengukuran tinggi muka air pada papan duga serta kalkulasi persentase daya tampung penampungan air secara akurat. Pengawasan lapangan ini dilaksanakan untuk menjaga tata kelola dan kesiapsiagaan cadangan air di wilayah kerja.
Berdasarkan hasil pengukuran teknis di Rawa Sibanget, tercatat elevasi peilschaal berada pada posisi +038 dengan volume penampungan sebesar 314.016 meter kubik. Angka ketersediaan air baku di lokasi penampungan ini mencapai persentase sebesar 84,01 persen. Data teknis ini menunjukkan kondisi kapasitas daya tampung air di kawasan Rawa Sibanget.
Hasil pencatatan pada Rawa Geger menunjukkan elevasi peilschaal setinggi +090 dengan volume air penampungan mencapai 517.312 meter kubik. Tingkat persentase keterisian daya tampung di lokasi tersebut tercatat dalam kondisi overload. Petugas terus memantau perkembangan debit air penampungan guna mengantisipasi perubahan volume lebih lanjut.
Sementara itu, pemantauan pada Waduk Palangan mencatat angka elevasi peilschaal di posisi +116 dengan volume air rawa sebesar 465.600 meter kubik. Tingkat keterisian volume penampungan air di lokasi tersebut berada pada angka persentase 91,32 persen. Pengukuran ini memperlengkap pendataan pasokan air baku di wilayah penugasan.
Dalam kesempatan tersebut, Juru Sumber Daya Air Kuro menyampaikan, "Operasi monitoring kondisi air baku pada dasarian pertama bulan Juni ini penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan air baku di wilayah kerja UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro Kabupaten Lamongan terpantau secara akurat." Pernyataan tersebut mengagendakan pentingnya keterbukaan data pengelolaan air bagi publik.
Rangkaian pendataan berkala ini menjadi landasan teknis dalam pengelolaan alokasi air di wilayah kerja UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro Kabupaten Lamongan. Seluruh data hasil pemantauan telah didokumentasikan untuk koordinasi dinas terkait. Informasi ini disajikan sebagai bentuk transparansi pelayanan pengairan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan.
— Kuro Dinamis —
“Dari Kuro untuk Lamongan: Mengelola Air, Membangun Negeri Sejahtera”
Topik: #UPTD PSDA Kuro





