Mengenal Tanaman Palawija pada MT III (MK II) di Daerah Irigasi Waduk Prijetan
Kamis, 30 Juli 2026 — UPTD PSDA Babat melaksanakan monitoring kondisi tanaman pada Musim Tanam III (MT III) Musim Kemarau II (MK II) di Daerah Irigasi Waduk Prijetan, Kejuron Kandangrejo, Kecamatan Kedungpring.
Pada musim tanam ini, sebagian lahan pertanian dimanfaatkan untuk tanaman palawija sebagai pilihan budidaya yang menyesuaikan dengan kondisi musim kemarau dan ketersediaan air. Palawija seperti jagung, kedelai, kacang tanah, maupun jenis tanaman lainnya membutuhkan pengelolaan air yang berbeda dengan tanaman padi.
🌱 Mengapa Palawija Cocok untuk Musim Kemarau?
Tanaman palawija umumnya memiliki kebutuhan air yang lebih rendah dibandingkan padi. Karena itu, pemilihan komoditas palawija dapat menjadi salah satu strategi petani dalam menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air pada musim kemarau.
Namun, bukan berarti palawija tidak membutuhkan air. Pada fase awal pertumbuhan, pembentukan bunga, dan pengisian biji, ketersediaan air tetap perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal.
💧 Air Irigasi Tetap Harus Dikelola
Melalui kegiatan monitoring, petugas UPTD PSDA Babat mengamati kondisi pertanaman sekaligus ketersediaan air di lapangan. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam melakukan pengaturan dan pembagian air sesuai kebutuhan tanaman.
Pengelolaan air yang tepat membantu mencegah pemborosan sekaligus memastikan tanaman mendapatkan air pada saat yang dibutuhkan.
Bagi petani, penggunaan air secara bijak juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian, khususnya ketika memasuki musim kemarau dengan ketersediaan air yang lebih terbatas.
🌾 Palawija dan Efisiensi Air
Penerapan pola tanam palawija pada MT III (MK II) menunjukkan bahwa pertanian dapat terus berjalan dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi sumber daya air.
Kuncinya bukan hanya pada seberapa banyak air yang tersedia, tetapi bagaimana air tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara tepat.
Melalui sinergi antara petugas pengairan dan petani, diharapkan pelayanan irigasi tetap berjalan optimal, tanaman tumbuh dengan baik, dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
💧 Hemat air bukan berarti mengurangi hasil.
Hemat air berarti menggunakan air sesuai kebutuhan.
Air terkelola, palawija tumbuh, pertanian berkelanjutan.
UPTD PSDA Babat — Hebat! Bermanfaat!




