Mengapa Kondisi Waduk dan Rawa Perlu Dipantau Setiap 10 Hari?
Lamongan, 30 Juli 2026 – Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan pertanian, terutama saat memasuki musim kemarau. Karena itu, kondisi waduk dan rawa perlu dipantau secara rutin agar pengelolaan air dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Pada Kamis (30/7/2026), Tim UPTD PSDA Babat, Dinas SDABK Kabupaten Lamongan, melaksanakan monitoring dan penyusunan Laporan 10 Harian Periode III terhadap kondisi tampungan air di sejumlah waduk dan rawa di wilayah kerja UPTD PSDA Babat.
Apa yang Dipantau?
Dalam kegiatan monitoring, petugas mencatat beberapa informasi penting, seperti Tinggi Muka Air (TMA) atau elevasi peilschaal, volume tampungan, serta persentase ketersediaan air.
Hasil pemantauan Periode III menunjukkan kondisi sebagai berikut:
- Waduk Prijetan: TMA 45,57 mdpl | 3.760.691 m³ | 40%
- Waduk Kalen: Elevasi 20,11 | 141.547 m³ | 24%
- Waduk Sentir: Elevasi 30,01 | 278.638 m³ | 22%
- Waduk Bowo: Elevasi 30,00 | 492.826 m³ | 29%
- Rawa Sogo: Elevasi 5,03 | 68.400 m³ | 12%
- Rawa Manyar: Elevasi 3,14 | 58.000 m³ | 2%
- Rawa Bulu: Elevasi 2,42 | 105.000 m³ | 4%
- Rawa Kwanon: Elevasi 1,70 | 520.000 m³ | 34%
Apa Arti Data Tersebut?
TMA atau elevasi peilschaal menunjukkan ketinggian permukaan air pada suatu waduk atau rawa. Sementara itu, volume tampungan menunjukkan perkiraan jumlah air yang tersimpan.
Persentase tampungan membantu memberikan gambaran mengenai seberapa besar kapasitas tampungan yang masih tersedia dibandingkan dengan kondisi kapasitas yang menjadi acuan.
Data tersebut tidak hanya menjadi angka dalam laporan. Bagi petugas pengairan, data ini menjadi bahan penting untuk menentukan langkah pengelolaan air dan pelayanan irigasi.
Mengapa Monitoring Dilakukan Setiap 10 Hari?
Kondisi air dapat berubah dari waktu ke waktu, terutama selama musim kemarau. Pemantauan secara berkala membantu petugas mengetahui perubahan tampungan dan melakukan evaluasi terhadap kondisi sumber daya air.
Dengan data yang diperbarui secara rutin, pengelolaan air dapat dilakukan secara lebih terukur sehingga kebutuhan irigasi dapat dipertimbangkan sesuai kondisi ketersediaan air.
Masyarakat dan Petani Juga Perlu Peduli
Masyarakat, khususnya petani, dapat ikut mendukung pengelolaan air dengan menggunakan air irigasi secara bijak, menjaga saluran tetap bersih, tidak merusak bangunan pengairan, serta mengikuti informasi dan arahan petugas terkait pembagian air.
Air yang tersedia hari ini perlu dikelola dengan bijak agar tetap memberikan manfaat bagi pertanian dan masyarakat di kemudian hari.
Melalui monitoring yang dilakukan secara konsisten, UPTD PSDA Babat terus berupaya menjaga pengelolaan sumber daya air agar pelayanan irigasi tetap berjalan secara optimal, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
Kenali kondisi airnya, bijak menggunakan airnya, bersama menjaga irigasinya.
UPTD PSDA Babat, Hebat! Bermanfaat!




