Modo — Musim tanam kembali memasuki masa yang dinanti para petani. Hamparan tanaman padi di Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bowo mulai menguning, menandakan musim panen MT II/MK I semakin dekat.
Di balik bulir-bulir padi yang mulai berisi, terdapat proses panjang yang melibatkan kerja keras petani serta dukungan berbagai pihak dalam pengelolaan air irigasi. Sejak masa tanam hingga menjelang panen, kebutuhan air tanaman terus menjadi perhatian agar pertumbuhan padi dapat berlangsung dengan baik.
Kelancaran pelayanan air irigasi tidak terlepas dari kerja sama antara petani, Juru Pengairan, HIPPA, dan UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat. Koordinasi dan komunikasi dilakukan untuk menjaga distribusi air tetap berjalan sesuai dengan kondisi jaringan, ketersediaan air, serta kebutuhan tanaman di lapangan.
Alhamdulillah, Musim Tanam II/Musim Kemarau I (MT II/MK I) tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tanaman padi di wilayah D.I. Waduk Bowo terpantau tumbuh dengan baik dan kini mulai memasuki masa menjelang panen.
Bagi petani, perubahan warna hijau menjadi kuning bukan sekadar perubahan warna tanaman. Di sana ada harapan, kerja keras, doa, dan penantian panjang yang akhirnya mendekati hasil.
Panen menjadi momentum penting bagi petani setelah melewati berbagai tahapan budidaya. Hasil yang baik diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga petani sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.
UPTD PSDA Babat akan terus berupaya menjaga pelayanan dan pengelolaan sumber daya air di wilayah kerja melalui monitoring, operasi, pemeliharaan, serta koordinasi bersama masyarakat pengguna air.
Semoga panen MT II/MK I di D.I. Waduk Bowo berjalan lancar, membawa hasil yang melimpah, memberikan keberkahan, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
Dari air yang mengalir, tumbuh padi.
Dari kerja keras petani, tumbuh harapan.
Saat panen tiba, semoga keberkahan ikut menyertai.
UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan





