UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat melaksanakan monitoring rutin kondisi waduk dan rawa di wilayah kerjanya pada Periode I Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pemantauan berkala untuk mengetahui kondisi tampungan air yang menjadi dasar dalam pengelolaan irigasi dan sumber daya air.
Hasil monitoring menunjukkan Waduk Prijetan memiliki tinggi muka air (TMA) 46,26 mdpl dengan volume tampungan 4.624.303 meter kubik atau 49,3 persen dari kapasitas. Waduk Sentir tercatat pada elevasi 30,39 dengan volume 374.862 meter kubik atau 30 persen, sedangkan Waduk Kalen berada pada elevasi 20,52 dengan volume 269.063 meter kubik atau 45 persen.
Pada kawasan rawa, Rawa Manyar memiliki elevasi 3,50 dengan volume 1.102.000 meter kubik atau 39 persen, Rawa Kwanon berada pada elevasi 2,14 dengan volume 960.000 meter kubik atau 63 persen, Rawa Bulu memiliki elevasi 2,46 dengan volume 189.000 meter kubik atau 7 persen, serta Rawa Sogo berada pada elevasi 5,06 dengan volume 91.200 meter kubik atau 16 persen. Sementara itu, Waduk Bowo tercatat memiliki elevasi 30,80 dengan volume tampungan 766.325 meter kubik atau 45 persen dari kapasitas.
Data hasil monitoring menjadi acuan penting dalam pelaksanaan operasi dan pengaturan distribusi air, khususnya pada musim kemarau, sehingga pelayanan irigasi dapat berjalan sesuai kebutuhan lahan pertanian. Pemantauan secara berkala juga menjadi langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air baku serta mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.
Melalui monitoring yang dilakukan secara konsisten, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan melalui UPTD PSDA Babat terus berkomitmen menjaga keandalan waduk dan rawa sebagai infrastruktur pendukung irigasi, sehingga mampu menunjang produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.




