Kedungpring, 16 Juni 2026 — UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat melaksanakan kegiatan Pelayanan Eksploitasi Air Periode 3 di Wilayah Primer Kiri Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Prijetan, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Kegiatan pelayanan eksploitasi air merupakan bagian dari upaya UPTD PSDA Babat dalam menjaga kelancaran distribusi air irigasi dari sumber air menuju lahan-lahan pertanian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemantauan kondisi aliran dan pengaturan debit air secara berkala di lapangan.
Pengaturan debit menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan irigasi. Air yang tersedia perlu dikelola dan didistribusikan secara tepat agar dapat menjangkau wilayah layanan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi tanaman di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, tim UPTD PSDA Babat melakukan pemantauan terhadap aliran air di jaringan irigasi Wilayah Primer Kiri D.I. Waduk Prijetan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan aliran tetap berjalan dengan baik dan pelayanan air dapat menjangkau lahan pertanian masyarakat secara optimal.
Pelayanan eksploitasi air juga membutuhkan koordinasi antara petugas lapangan dengan masyarakat pengguna air. Komunikasi yang baik membantu petugas mengetahui kondisi dan kebutuhan di wilayah layanan sehingga pengaturan air dapat dilakukan secara lebih terukur.
D.I. Waduk Prijetan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat di wilayah kerja UPTD PSDA Babat. Kelancaran distribusi air menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan budidaya pertanian dan produktivitas lahan.
UPTD PSDA Babat berkomitmen untuk terus melakukan monitoring, pengaturan, dan pelayanan air irigasi secara berkelanjutan. Setiap kegiatan di lapangan merupakan bagian dari upaya menjaga agar sumber daya air dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Dari hulu hingga hilir, setiap aliran air membawa manfaat bagi kehidupan dan pertanian. Dengan pengelolaan yang baik dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan pelayanan irigasi dapat terus berjalan lancar dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lamongan.
Air mengalir lancar, petani pun tenang.
UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan




