Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, didampingi UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Karanggeneng Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, meninjau kondisi Waduk Jajong di Kecamatan Laren pada Senin (13/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air irigasi dalam mendukung keberlangsungan Musim Tanam II (MT II).
Berdasarkan hasil pemantauan, tampungan air Waduk Jajong masih mencapai 64 persen atau sekitar 617.320 meter kubik dari kapasitas total 951.000 meter kubik. Kondisi tersebut dinilai masih mencukupi untuk melayani kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas kurang lebih 497 hektare, sehingga pasokan air dipastikan aman hingga masa panen raya MT II.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan menegaskan pentingnya menjaga kondisi waduk agar tetap berfungsi optimal sebagai penopang sektor pertanian.
"Hari ini kita pastikan tampungan Waduk Jajong masih sekitar 64 persen dari kapasitas 951 ribu meter kubik. Artinya, sawah yang terairi sekitar 497 hektare masih aman sampai panen raya Musim Tanam II. Kita akan terus memastikan waduk ini terpelihara dengan baik agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Yuhronur Efendi.
Usai meninjau Waduk Jajong, rombongan melanjutkan pemantauan ke Waduk Paprit. Berdasarkan hasil monitoring, waduk tersebut memiliki tampungan air sekitar 49 persen atau 138.240 meter kubik dari kapasitas total 278.400 meter kubik, yang saat ini mendukung layanan irigasi bagi lahan pertanian seluas 144 hektare.
Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi memastikan kondisi waduk tetap terpantau dan terpelihara dengan baik sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan irigasi. Diharapkan ketersediaan air yang memadai mampu mendukung keberhasilan Musim Tanam II serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.




