Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tidak terlepas dari ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air. Dalam mendukung program prioritas Lumbung Pangan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan terus melakukan pembangunan, rehabilitasi, normalisasi, serta peningkatan infrastruktur sumber daya air untuk menjaga ketersediaan dan layanan air bagi masyarakat.




Hingga Agustus 2026, capaian peningkatan ketersediaan air baku tercatat mencapai 504.101,41 m³. Capaian tersebut berasal dari sejumlah kegiatan, yakni pembangunan embung sebesar 138.203,07 m³, rehabilitasi unit air baku 91.200 m³, rehabilitasi embung 178.898,36 m³, normalisasi/restorasi sungai 89.850 m³, serta peningkatan jaringan irigasi 5.950,05 m³.
Angka tersebut menjadi gambaran dari berbagai intervensi infrastruktur yang dilakukan untuk menjaga kapasitas tampungan, meningkatkan fungsi jaringan, serta mendukung ketersediaan air sesuai kebutuhan di lapangan. Pengelolaan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi sektor pertanian.
Dukungan terhadap sektor pertanian tersebut turut tercermin dalam capaian realisasi musim tanam. Pada Musim Tanam (MT) I, realisasi tercatat mencapai 28.193 hektare padi, 138 hektare polowijo, dan 14.219 hektare tambak. Sementara pada MT II, realisasi mencapai 31.159 hektare padi, 5.314 hektare polowijo, dan 185 hektare tambak.
Capaian realisasi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dalam mendukung aktivitas pertanian dan perikanan. Meski demikian, keberhasilan musim tanam merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi air, iklim, pola tanam, sarana produksi, hingga peran petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Di sisi lain, penguatan pembangunan infrastruktur juga diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dinas SDABK terus mendorong pengembangan kompetensi aparatur melalui pendidikan dan sertifikasi profesi insinyur. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan, pembangunan, pengelolaan, pengawasan, dan pemeliharaan infrastruktur.
Dengan capaian 504.101,41 m³ peningkatan ketersediaan air baku serta dukungan terhadap realisasi musim tanam di berbagai wilayah, Dinas SDABK terus mengambil bagian dalam menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air Kabupaten Lamongan.

Pengelolaan sumber daya air yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan diharapkan dapat terus mendukung kebutuhan masyarakat, memperkuat produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Lumbung Pangan Kabupaten Lamongan yang berkelanjutan.
Topik: #Dinas SDABK





