Dalam rangka memastikan kelancaran pengelolaan irigasi pada Musim Tanam (MT) II/Musim Kemarau (MK) I Tahun 2026, Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan menggelar rapat evaluasi Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero pada Selasa (7/7/2026).
Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Saikhu Rohman. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo serta para pejabat yang membidangi pengelolaan irigasi di wilayah Deket, Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, Turi, dan Karanggeneng.
Dalam rapat tersebut, peserta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan irigasi selama MT II/MK I 2026, meliputi kondisi ketersediaan air, pelaksanaan distribusi air ke lahan pertanian, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Forum ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjaga keandalan sistem irigasi di kawasan DI Bengawan Jero.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, Dinas SDABK bersama BBWS Bengawan Solo dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan berkeadilan sesuai kebutuhan pola tanam. Sinergi lintas wilayah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan irigasi, khususnya selama musim kemarau.
Hasil rapat evaluasi ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih terarah, sehingga pelayanan irigasi di Daerah Irigasi Bengawan Jero dapat terus ditingkatkan. Dengan pengelolaan sumber daya air yang terkoordinasi, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga dan mampu mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.




