Monitoring dan Evaluasi Ketersediaan Air serta Perkembangan Tanaman di Daerah Irigasi Waduk Bowo Kecamatan Modo
Lamongan — UPTD PSDA Babat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan terus melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kondisi ketersediaan air serta perkembangan tanaman di wilayah Daerah Irigasi Waduk Bowo, Kecamatan Modo, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan distribusi air irigasi tetap berjalan optimal guna mendukung kebutuhan pertanian masyarakat, khususnya pada musim tanam saat ini. Monitoring dilaksanakan di sejumlah wilayah layanan irigasi, di antaranya Sungaran Sidomulyo, Sambungrejo, Kedungrejo, Kedungsogo Sidodowo, Tronglo Sumberagung, Jatipayak, hingga Landean Kedungwaras.
Petugas UPTD PSDA Babat melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tinggi muka air, debit ketersediaan air waduk, serta kondisi pertumbuhan tanaman padi di lahan pertanian masyarakat. Dari hasil monitoring, kondisi tanaman di beberapa wilayah terpantau cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang optimal berkat suplai air yang masih tercukupi.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi air serta memastikan pembagian air irigasi berjalan merata dan efektif di seluruh wilayah layanan. Dengan pemantauan rutin, diharapkan kebutuhan air pertanian dapat terus terpenuhi sehingga produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.
UPTD PSDA Babat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan sumber daya air melalui monitoring berkala, koordinasi lapangan, dan langkah responsif terhadap kondisi irigasi di wilayah kerja.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan stabilitas ketersediaan air serta keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Lamongan dapat terus terpelihara dengan baik. (Ainn)




