Babat, 16 Juli 2026 — “Ngumpul bareng” bukan sekadar duduk bersama. Di balik suasana santai dan penuh keakraban, terdapat proses penting untuk membangun solidaritas, memperkuat komitmen, serta mempersiapkan musim tanam berikutnya.
Usai menyukseskan panen Musim Tanam II/Musim Kemarau I (MT II/MK I), keluarga besar HIPPA Primer Kiri Daerah Irigasi Waduk Prijetan berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara petani, HIPPA, dan petugas pengairan.
Kebersamaan Menjadi Kekuatan dalam Pengelolaan Irigasi
Keberhasilan musim tanam tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan air, tetapi juga oleh koordinasi dan komunikasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan irigasi.
Petani membutuhkan kepastian pelayanan air, sementara petugas pengairan perlu mendapatkan informasi mengenai kondisi dan kebutuhan air di lapangan. Di sinilah peran HIPPA menjadi penting sebagai bagian dari pengelolaan dan koordinasi pemanfaatan air irigasi.
Melalui komunikasi yang terjalin dengan baik, berbagai kondisi di lapangan dapat dibahas bersama sehingga pengaturan pelayanan air dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya air.
Dari Panen Menuju Musim Tanam Berikutnya
Keberhasilan panen MT II/MK I menjadi hasil dari kerja keras petani yang didukung oleh pengelolaan irigasi dan sinergi berbagai pihak.
Namun, perjalanan belum berhenti. Musim tanam berikutnya membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang, terutama dalam menghadapi kondisi ketersediaan air pada musim kemarau.
Karena itu, semangat gotong royong dan solidaritas yang terbangun di antara petani, HIPPA, dan petugas pengairan perlu terus dipertahankan.
Hasil panen yang baik selalu diawali dengan komunikasi yang kuat, pengelolaan air yang tepat, dan kebersamaan yang terjaga.
UPTD PSDA Babat berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi bersama masyarakat pengguna air guna mendukung keberlanjutan pelayanan irigasi di Daerah Irigasi Waduk Prijetan.
Menurut Anda, seberapa penting kekompakan antara petani dan petugas pengairan dalam menentukan keberhasilan musim tanam?
Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan
Hebat! Bermanfaat!




