Kuripan, 3 Juli 2026 — Proses panen padi di Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Kuripan terus berlangsung. Pada Jumat, 3 Juli 2026, UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kondisi tanaman di wilayah layanan D.I. Waduk Kuripan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres panen telah mencapai sekitar 60 persen. Sebagian besar lahan telah memasuki masa panen dengan kondisi hasil yang baik, sementara beberapa petak sawah lainnya masih berada pada tahap pemasakan.
Perbedaan waktu tanam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tahapan panen di setiap petak tidak berlangsung secara bersamaan. Karena itu, pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman hingga seluruh areal memasuki masa panen.
Menjaga Irigasi hingga Masa Panen
Masa panen merupakan hasil dari rangkaian proses panjang yang telah dilalui petani. Mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan air irigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ketersediaan air yang dikelola dengan baik menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan tanaman hingga mencapai masa panen. Untuk itu, UPTD PSDA Babat terus melakukan monitoring terhadap kondisi jaringan dan pelayanan air di wilayah kerja.
Pemantauan kondisi tanaman juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat keterkaitan antara perkembangan tanaman dan pelayanan air irigasi di lapangan.
Sinergi untuk Pertanian yang Berkelanjutan
Capaian progres panen sekitar 60 persen menjadi kabar baik bagi masyarakat petani di wilayah D.I. Waduk Kuripan. Hasil tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani serta dukungan berbagai pihak dalam menjaga kelancaran pengelolaan pertanian dan irigasi.
Sinergi antara petugas pengairan, petani, P3A/HIPPA, dan pihak terkait perlu terus diperkuat agar pengelolaan air dapat berjalan dengan baik, tidak hanya pada musim tanam yang sedang berlangsung, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi musim tanam berikutnya.
UPTD PSDA Babat berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan menjaga pelayanan irigasi agar kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Dengan saluran yang terawat, koordinasi yang kuat, dan pengelolaan air yang tepat, diharapkan seluruh proses panen dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi petani.
Panen terus berjalan, irigasi tetap dijaga, semangat petani terus menyala.
UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan




