Babat, 20 Juni 2026 — UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat melaksanakan kegiatan pemantauan kondisi waduk dan rawa di wilayah kerja pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari laporan 10 harian kondisi tampungan air sekaligus upaya pemantauan ketersediaan sumber daya air untuk mendukung kebutuhan irigasi dan masyarakat.
Monitoring dilakukan dengan mencatat kondisi elevasi, volume tampungan, serta persentase ketersediaan air pada sejumlah waduk dan rawa. Data tersebut menjadi informasi penting dalam melakukan evaluasi kondisi sumber daya air serta menentukan langkah pengelolaan air sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kondisi Waduk
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi tampungan waduk tercatat sebagai berikut:
| No. | Waduk | Elevasi/TMA | Volume | Tampungan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Waduk Bowo | 30,90 | 830.323 m³ | 48% |
| 2 | Waduk Sentir | 30,71 | 506.266 m³ | 40% |
| 3 | Waduk Kalen | 19,43 | 9.800 m³ | 1,6% |
| 4 | Waduk Prijetan | TMA 47,27 mdpl | 6.138.768 m³ | 65% |
| 5 | Waduk Kuripan | 5,28 | 37.031 m³ | 44% |
Kondisi Rawa
Sementara itu, hasil pemantauan terhadap kondisi tampungan rawa menunjukkan data sebagai berikut:
| No. | Rawa | Elevasi | Volume | Tampungan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rawa Bulu | 2,97 | 1.260.000 m³ | 48% |
| 2 | Rawa Mangar | 2,81 | 2.001.000 m³ | 70% |
| 3 | Rawa Kwanon | 2,52 | 1.340.000 m³ | 80% |
| 4 | Rawa Sogo | 5,10 | 121.600 m³ | 21% |
Data hasil monitoring menunjukkan adanya perbedaan kondisi tampungan pada setiap waduk dan rawa. Perbedaan tersebut menjadi perhatian dalam pengelolaan sumber daya air, terutama dalam mengatur pelayanan air irigasi sesuai dengan kondisi ketersediaan air pada masing-masing wilayah.
Waduk Kalen, misalnya, tercatat memiliki persentase tampungan sebesar 1,6%, sementara Rawa Kwanon berada pada angka 80%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap sumber air memerlukan pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik, ketersediaan, dan kebutuhan di wilayah layanan.
Pemantauan kondisi tampungan secara rutin juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika kebutuhan air, khususnya untuk sektor pertanian. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan pola pelayanan dan distribusi air agar pemanfaatan sumber daya air dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Selain kondisi tampungan, UPTD PSDA Babat juga terus melakukan monitoring terhadap jaringan irigasi dan perkembangan kebutuhan air di lapangan. Koordinasi dengan petugas pengairan serta masyarakat pengguna air menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pelayanan irigasi.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, diharapkan kondisi ketersediaan air dapat diketahui secara lebih akurat sehingga langkah pengelolaan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
UPTD PSDA Babat berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pengelolaan sumber daya air di wilayah kerja guna mendukung pelayanan irigasi, produktivitas pertanian, serta kebutuhan masyarakat.
Air terpantau, pengelolaan tepat, pertanian tetap kuat.
UPTD PSDA Babat
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan




