Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, Pemkab Lamongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur pada Jumat (29/5/2026). Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme seluruh perangkat daerah dalam mengelola keuangan daerah secara bertanggung jawab.
“Kami berkomitmen agar setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lamongan. Opini WTP ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik,” ungkap Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Lebih lanjut, Bupati Yes menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar capaian administratif, melainkan cerminan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan publik. Pengelolaan keuangan yang baik akan mendukung efektivitas pembangunan serta memperkuat keyakinan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, menyampaikan bahwa opini WTP merupakan konsekuensi dari penerapan sistem pengelolaan keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, capaian tersebut harus terus dijaga melalui peningkatan kualitas pengendalian internal dan kepatuhan terhadap regulasi.
Raihan opini WTP ke-10 secara berturut-turut ini semakin mengukuhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.




