Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan melaksanakan kegiatan normalisasi pada Sluis Banyuurip yang berlokasi di Desa Banyuurip pada Rabu, 29 April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur pengatur air tersebut berfungsi optimal dalam mengalirkan air dari Sungai Bengawan Solo menuju lahan persawahan warga.
Normalisasi ini berfokus pada pembersihan material sedimentasi dan hambatan lain yang dapat mengganggu debit aliran air. Kelancaran distribusi air melalui sluis ini sangat krusial bagi keberhasilan Musim Tanam (MT) II di wilayah Desa Banyuurip dan desa-desa di sekitarnya yang bergantung pada pasokan air irigasi tersebut.
Kepala UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro Kabupaten Lamongan menjelaskan bahwa pemeliharaan pintu air atau sluis merupakan prioritas dalam manajemen irigasi daerah. "Kami memastikan jalur distribusi air dari Bengawan Solo tetap terbuka dan bersih agar kebutuhan air baku untuk pertanian para petani pada musim tanam kedua ini dapat terpenuhi secara maksimal," ungkapnya.
Melalui normalisasi ini, masyarakat petani mendapatkan jaminan pasokan air yang lebih stabil dan merata hingga ke ujung saluran. Infrastruktur yang terawat dengan baik mencerminkan upaya aktif pemerintah daerah dalam mendukung produktivitas sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.
-- Kuro Dinamis --
"Dari Kuro untuk Lamongan: Mengelola Air, Membangun Negeri Sejahtera"
#LamonganMegilan
#UPTDPSDAKuro
#KuroDinamis
#Normalisasi
#SluisBanyuurip



